Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2009

Uniknya Planet dan Bintang

hai semua, kita tengok yuk sebesar apa sih bumi kita di alam ini? sebesar apa sih matahari di alma ini? yuk kita lihat








wah, ternyata bumi tepat kita tinggal, ga ada apa2 nya ya? fiuh, betapa egoisnya kita kalo kita hanya beranggapan bahwa hanya kita mahluk hidup yg eksis di alam semesta ini.

Senin, 18 Agustus 2008

Hati Hati Plastik Kemasan






1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) simbolnya angka 1 di dalam segitiga, tulisan PETE dibawahnya= biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus,isotonik dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

#2. HDPE (high density polyethylene) simbolnya angka 2 di dalam segitiga,tulisan HDPE di bawahnya= biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) simbolnya angka 3 di dalam segitiga, tulisan V di bawahnya = adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan

#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik

#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.Sangat disayangkan kemasan galon, dan beberapa botol susu bayi menggunakan bahan ini, jadi berhati-hatilah.

Buat barang yang tidak mencantumkan kode ini, perlu dipertanyakan keamanan penggunaanya untuk kesehatan kita dan keluarga.

MULAI SEKARANG SEBELUM MENGGUNAKAN BOTOL ATAU KEMASAN PLASTIK, LIHATLAH SIMBOL DI BAGIAN BAWAH.

Sumber : Seputar Indonesia, Akuinginhijau

Senin, 11 Agustus 2008

Dinosaurus Tumbuh Cepat Agar Tak Dimakan

Dinosaurus bermoncong bebek yang menjadi makanan favorit Tyrannosaurus Rex tumbuh "gila-gilaan" dari telur hingga dewasa untuk mencegah dirinya menjadi mangsa predator ganas itu. Demikian hasil penelitian yang diumumkan Rabu (6/8).

Dinosaurus jenis Hypacrosaurus tumbuh tiga hingga lima kali lebih cepat dibanding semua pemangsanya, termasuk T-rex. Mereka juga memiliki anak dalam usia muda agar populasinya cukup banyak untuk menjaga keberadaan jenisnya.

"Saat dinosaurus berparuh bebek tumbuh dewasa, T-rex baru separuh tumbuh," kata peneliti Drew Lee. Begitu dewasa, dinosaurus pemakan tumbuhan yang hidup 67 juta hingga 80 juta tahun lalu itu menjadi sebesar T-rex yang tingginya lebih dari 9 meter. Namun, mereka tidak memiliki tanduk atau perisai untuk mempertahankan diri.

Oleh karenanya mereka mempertahankan populasi dengan tumbuh sangat cepat, yakni 10-12 tahun dari bayi menjadi dewasa, dibanding T-rex yang perlu 20-30 tahun. "Kami sungguh terkesan dengan kecepatan tumbuh mereka," ujar Lisa Cooper, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Negeri Kent di Ohio.

Adapun para peneliti mengukur kecepatan tumbuh itu berdasar bagian tulang kaki mereka yang memiliki cincin-cincin seperti pohon yang merupakan indikator usia berdasar tahun. "Bila kita lihat potongan melintang tulang dari bayi dinosaurus, tampak jarak besar yang menunjukkan pasokan darah di mana mereka tumbuh sangat cepat," tambahnya.

Hypacrosaurus juga bereproduksi lebih cepat dan mencapai kedewasaan seksual pada usia dua atau tiga tahun. "Ini adalah salah satu keuntungan dalam mempertahankan populasi dan keberadaan jenis itu."

Tahun 2030 Pulau Jawa Kehabisan Air

Pada 2030, Pulau Jawa akan kehabisan air akibat kerusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS). Maraknya pengalihan fungsi lahan, tekanan politis atas kebijakan Rencana Tata Ruang dan Wilayah turut mempengaruhi kondisi ini. Demikian disampaikan Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Jawa Kementerian Lingkungan Hidup, Sudarsono.

"Dengan jumlah penduduk sebanyak 163 juta orang dan dengan daya dukung lingkungan yang rusak maka secara terukur kekurangan air benar-benar akan terjadi," katanya seusai berdiskusi di Kantor Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda di Bandung, Jumat.

Ia menjelaskan beberapa langkah tengah dipersiapkan dalam menghadapi krisis air tersebut diantaranya adalah melakukan perbaikan di 13 DAS di sepanjang Jawa diantaranya Brantas, Serayu, Cisanduri, Cidano dan Jatunselung.

"Kerusakan yang paling banyak terjadi terdapat di wilayah Jawa Barat dimana reboisasinya kurang berhasil sehingga kerusakan daerah aliran sungainya tidak dapat dihindari," tutur Sudarsono.

Pengaruh penanaman pohon jati di wilayah Jawa juga ikut andil dalam berkurangnya tangkapan air di Pulau Jawa karena secara ekologis pohon jati tidak dapat menyerap air. Ia menyatakan, perbaikan di sekitar hulu secara kuantitatif, kualitatif, dan kontinuitas menjadi prioritas pembangunan saat ini.

"Pekerjaan rumah saat ini adalah melakukan reboisasi di hulu, memperluas tangkapan air, pembuatan sumur resapan, pengelolaan limbah yang berakhir pada pengendalian baku mutu air," jelasnya. Sudarsono mengatakan kendala yang dihadapi saat ini terkait dengan lingkungan hidup adalah pembuatan aturan tentang Tata Ruang yang berlainan sejak tingkat Pusat hingga Daerah.

"Perbedaan tata ruang ini telah merusak lingkungan secara langsung sehingga seluruh tangkapan airnya berkurang akibat dialih fungsikan lahannya," katanya.